To Be an Entrepreneur

Berbicara tentang berbisnis maka banyak hal yang perlu kita bahas, mungkin ada sebagaian yang jarang mendengar kata entrepreneurship atau mungkin karena kata itu kurang bersahabat bagi anda, Ya, baiklah kalo begitu, saya akan mengulas arti dan maksud dari kata ENTREPRENEURSHIP

Entrepreneurship pertama kali menggunakan bahasa Prancis “entreprendre” yang artinya “to undertake” atau melakukanya dengan tangan sendiri. Kuratko dalam bukunya New Venture Management, The Entrepreneur’s Roadmap juga mengatakan bahwa “The word entrepreneur is derived from the French entreprendre, meaning: “to undertake” .” melakukan sesuatu dengan tangan sendiri bukanlah hal yang mudah, bukan seperti membalikan telapak tangan. menjadi seorang entrepreneur haruslah mempunyai kemampuan untuk melakukan, mengatur, mengorganisir hingga menjawab resiko-resiko dan tantangan yang akan datang dikemudian hari.    

Menurut Scharper et al, 2011, entrepreneurship merupakan sebuah proses yang dilakukan oleh individu dalam mengindetifikasi peluang baru dan mengubahnya menjadi suatu produk atau jasa yang dapat dipasarkan.

Tidaklah sedikit bahkan sangat banyak sekali buku-buku yang membahas dan menjelaskan mengenai konsep dan definisi entrepreneurship menjadi berbeda-beda. akan tetapi bila ditelaah lebih mendalam lagi  entrepreneuship bisa menjadi instrumen atau alat yang cukup efektif dalam mengurangi angka kemiskinan, dimana pengangguran merupakan penyebab kelemahan ekonomi pada suatu masyarkat?, artinya entrepreneurship merupakan tindakan yang bersifat positif.

Dalam benak masyarakat kita sudah tertanam bahkan menjadi mitos bahwa untuk menjadi seorang entrepreneur haruslah didukung oleh modal materi yang banyak dalam hal ini uang adalah tolok ukurnya, atau ada juga yang beranggapan mereka yang sukses menjadi pengusaha karena faktor keturunan, bahwa mereka mendapatkan warisan dari orangtuanya sehingga bisa menjadi seorang pengusaha sukses, ada juga yang menganggap faktor pendidikan tinggi juga demikian menjadi pengaruh besar dalam kesuksesan usaha yang dibangunya, anggapan semacam inilah yang sudah mendarah daging dan tertanam kuat dalam main set masyarakat yang tidak sadar pentingnya jiwa entrepreneur. 

Dari ketiga anggapan yang disinyalir sebagai kesuksesan dalam membangun suatu bisnis memang bisa  dibenarkan, akan tetapi tidak juga bisa dibenarkan seratus persen jika tolok ukurnya adalah ketika faktor tesebut, karena faktanya banyak mereka yang berasal dari keluarga kaya raya yang mewarisi harta yang sharusnya menjadi modal membangun usaha namun karena tidak bisa memenejnya maka kekayaanya habis sia-sia, ada juga mereka yang memiliki tingkat pendidikan tinggi akan tetapi tidak memiliki jiwa entrepreneur maka harta yang dimiliki tidak bisa berkembang menjadi aset dan income.  

Jika ada seorang yang berani mengelurkan modal untuk menjalankan bisnis tanpa perencanaan yang jelas, tanpa mengetahui peta bisnisnya yang parah lagi ide bisnisnya hasil menyontek atau jiplak ide orang lain maka berhati-hatilah dan bersiaplah untuk jatuh alias bangkrut. kalaupun anda tidak gagal minimal anda telah membuang waktu, uang, pikiran dan modal untuk suatu bisnis yang tidak mengalami kemajuan dan tentunya hal tersebut tidak akan merubah hidup anda, itu artinya anda diam ditempat, hidup segan matipun enggan. Untuk apa bertahan dengan kebodohan seperti itu? jadi kalahkanlah..!! ketidaktahuan anda dengan memulai belajar dan mencoba strategi menjadi seorang Entrepreneur sejati.    

 

Share

Wirtoyo Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *